Malang, (Mitra7.com) – Seorang pria berinisial Rey (36), yang dikenal dengan sapaan Yupi Rere, akhirnya memberikan klarifikasi usai dirinya dituding melakukan penipuan terhadap seorang perempuan berinisial IA (28) di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Klarifikasi tersebut disampaikan pada Kamis (9/4/2026), menyusul laporan yang diajukan IA ke pihak kepolisian.
Rey membantah sejumlah tuduhan yang beredar dan menyebut informasi yang berkembang di media sosial tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia mengaku kecewa karena pemberitaan yang muncul dinilai merugikan nama baiknya.
Menurut Rey, hubungan antara dirinya dan IA tidak dilandasi kebohongan dan penipuan. Ia menegaskan bahwa IA, yang juga dikenal dengan nama Vela, telah mengetahui identitasnya sejak awal perkenalan. Keduanya disebut pertama kali bertemu di sebuah tempat hiburan di kawasan Kota Batu dan sejak itu menjalin kedekatan.
Rey juga menyatakan bahwa IA kerap mengunjungi kediamannya dan diketahui oleh lingkungan pertemanan maupun keluarga. Oleh karena itu, ia membantah klaim bahwa identitasnya baru diketahui setelah pernikahan berlangsung.
Dalam penuturannya, Rey mengungkap bahwa hubungan mereka semakin intens setelah IA menceritakan pengalaman traumatis dari relasi sebelumnya. Ia mengaku berupaya memberikan perlakuan yang lebih baik tanpa mengharapkan imbalan.
Terkait pernikahan siri yang dilakukan pada 3 April 2026, Rey menyebut keputusan tersebut tidak sepenuhnya berasal dari dirinya. Ia bahkan mengaku sempat mengajak IA untuk mengakhiri hubungan. Namun, menurutnya, situasi menjadi sulit karena adanya ancaman tindakan nekat, yang juga berdampak pada kondisi keluarga IA.
Selain itu, Rey mengungkap adanya keterlibatan faktor ekonomi dalam hubungan mereka. Ia menyebut telah memberikan bantuan finansial dalam jumlah cukup besar selama menjalin hubungan, termasuk untuk melunasi utang IA.
“Jika ditotal, bantuan yang saya berikan sekitar Rp200 juta. Bukti transfer juga ada,” ujarnya.
Rey menambahkan, dirinya sempat menghentikan pemberian uang selama beberapa hari untuk melihat dinamika hubungan. Dari situ, menurutnya, mulai muncul konflik yang kemudian berujung pada pelaporan ke pihak berwajib.
Menanggapi tuduhan penipuan dan pemalsuan identitas, Rey dengan tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa seluruh data yang digunakannya merupakan identitas asli tanpa ada unsur penipuan. Ia juga menyangkal adanya tindakan intimidasi maupun ancaman terhadap IA.
Kasus ini kini masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya dari kedua belah pihak.(*)


