Amsterdam, (Mitra7.com) — Situasi mencekam terjadi di Overasselt, wilayah timur Belanda yang berada tidak jauh dari perbatasan Jerman. Baku tembak yang diduga berkaitan dengan jaringan kriminal internasional menewaskan seorang pria dan menyebabkan dua polisi terluka.
Sebanyak 34 orang ditangkap setelah insiden tersebut. Polisi menyebut para tersangka berasal dari sejumlah kewarganegaraan, termasuk Prancis, Belgia, dan Aljazair.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 04.00 waktu setempat. Sekelompok pria bersenjata yang mengenakan penutup wajah mendatangi sebuah rumah di Overasselt sebelum melepaskan tembakan.
Seorang pria berusia 51 tahun yang disebut bekerja sebagai petugas keamanan tewas dalam serangan tersebut.
Ketika polisi tiba di lokasi, mereka justru mendapat serangan balasan berupa tembakan. Dua anggota kepolisian terluka dalam kejadian itu, tetapi kondisi keduanya dilaporkan tidak membahayakan nyawa.
Juru bicara Kepolisian Belanda, Jolanda Aalbers, mengatakan petugas kemudian mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya senjata, perangkat penyimpanan data, serta beberapa kendaraan.
Warga Diminta Tetap di Rumah
Pasca-insiden, kepolisian mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Overasselt agar tetap berada di dalam rumah. Warga juga diminta menutup pintu dan jendela sebagai langkah antisipasi karena aparat masih menduga terdapat pihak lain yang terlibat dan belum tertangkap.
Penyelidikan kemudian berkembang dengan menangkap 34 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan insiden tersebut. Aparat kini mendalami peran masing-masing tersangka serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas.
Kasus ini menjadi perhatian karena sejumlah media lokal mengaitkannya dengan jaringan Jos Leijdekkers, tokoh kriminal Belanda yang dikenal dengan julukan “Bolle Jos”.
Leijdekkers diketahui pernah dijatuhi hukuman terkait perdagangan kokain internasional dan termasuk dalam daftar buronan paling dicari di Belanda. Ia diyakini berada di Sierra Leone, Afrika Barat.
Diduga Dipicu Konflik Ratusan Kilogram Kokain
Media Belanda Het Parool melaporkan bahwa baku tembak tersebut diduga berkaitan dengan perselisihan dalam jaringan perdagangan narkotika, termasuk konflik mengenai ratusan kilogram kokain yang disebut-sebut diselundupkan oleh kelompok yang berhubungan dengan Leijdekkers.
Namun, aparat belum mengonfirmasi secara resmi seluruh dugaan tersebut.
Wakil Kepala Jaksa wilayah setempat, Monique Vinkesteijn, mengungkapkan bahwa rumah yang menjadi lokasi penembakan ternyata pernah menjadi sasaran insiden serupa pada tahun sebelumnya.
Menurutnya, kejadian tersebut diduga merupakan bagian dari sebuah konflik yang telah berlangsung cukup lama. Meski demikian, dia belum membeberkan rincian lebih jauh dengan alasan penyelidikan masih berjalan.
Vinkesteijn hanya memastikan bahwa kelompok yang diamankan merupakan bagian dari sebuah jaringan internasional.
Para tersangka kini menghadapi sejumlah dugaan tindak pidana, mulai dari pembunuhan hingga rencana penculikan. Polisi dan jaksa juga masih membuka kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut.
“Ada kemungkinan akan ada penangkapan lanjutan,” ujar Vinkesteijn.
Pihak berwenang masih melakukan penyisiran dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap motif sebenarnya di balik baku tembak serta sejauh mana keterlibatan jaringan kriminal internasional dalam kasus tersebut.(*)

