BerandaInternasionalTrump Sebut Iran Negosiator Licik, Paparkan Dua Pilihan untuk Akhiri Konflik

Trump Sebut Iran Negosiator Licik, Paparkan Dua Pilihan untuk Akhiri Konflik

Jakarta, (Mitra7.com) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik kedua negara. Trump sebut Iran sebagai pihak yang “licik” dalam bernegosiasi dan mengungkapkan dua pilihan yang menurutnya dapat ditempuh Washington.

Trump mengatakan kondisi ekonomi Iran saat ini berada dalam tekanan berat. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan mengambil langkah militer apabila jalur diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan.

“Saya bisa dibilang sedang melakukan negosiasi. Mereka adalah negosiator yang sangat licik,” kata Trump dalam wawancara yang dikutip Reuters, Rabu (12/8/2026).

Sejak konflik pecah pada akhir Februari, posisi Trump terhadap Iran dinilai berubah-ubah. Di satu sisi, ia berulang kali menyampaikan ancaman eskalasi militer. Namun di sisi lain, Trump juga menyatakan peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.

Upaya diplomasi turut melibatkan sejumlah negara sebagai mediator. Pakistan pada Selasa (11/8) menyebut Washington dan Teheran telah mendekati kemungkinan tercapainya suatu bentuk kesepakatan. Sementara Qatar mengatakan pembicaraan mengenai pengelolaan dan keamanan Selat Hormuz telah memasuki tahap lanjutan.

Perkembangan tersebut berlangsung ketika laporan mengenai serangan baru terhadap kapal-kapal di jalur strategis Selat Hormuz turut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan.

Dalam wawancara itu, Trump menyebut salah satu pendekatan yang dapat dilakukan Amerika Serikat adalah mempertahankan tekanan sambil menunggu dampaknya terhadap Iran.

“Jalani saja situasinya dan lihat betapa buruknya kondisi mereka,” ujar Trump.

Ia kemudian menyoroti kondisi keuangan Iran. Menurut Trump, tekanan ekonomi telah membuat Teheran kesulitan memperoleh akses pembiayaan, sementara sejumlah aset Iran berada dalam kondisi dibekukan.

“Secara ekonomi, mereka kacau-balau. Mereka tidak bisa meminjam uang,” kata Trump, sembari mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali atas sejumlah aset Iran yang dibekukan.

Opsi Militer Tetap Terbuka

Selain mempertahankan tekanan ekonomi dan diplomatik, Trump mengatakan Amerika Serikat masih memiliki pilihan untuk mengambil tindakan militer dengan kekuatan besar.

“Opsi lainnya adalah menyerang mereka dengan sangat, sangat keras,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun jalur perundingan masih berjalan, pemerintahan Trump belum menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer apabila proses diplomasi menemui jalan buntu.

Trump juga membantah kekhawatiran mengenai menurunnya persediaan amunisi militer Amerika Serikat. Ia mengatakan industri pertahanan AS tengah meningkatkan produksi persenjataan dalam jumlah besar.

Dalam kesempatan tersebut, Trump turut menyalahkan pemerintahan mantan Presiden Joe Biden atas berkurangnya sejumlah stok amunisi strategis Amerika. Ia mengaitkannya dengan bantuan militer dan keamanan Amerika Serikat kepada Ukraina.

“Pasokan amunisi kita aman,” ujar Trump, seraya mengatakan produksi persenjataan AS kini terus digenjot.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa militer Amerika Serikat telah menggunakan sebagian besar persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi selama konflik dengan Iran. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan Washington menghadapi kemungkinan konflik lain di masa mendatang.

Di tengah meningkatnya ketegangan, nasib perundingan AS-Iran masih menjadi perhatian. Jalur diplomasi menjadi salah satu harapan untuk meredakan konflik, tetapi pernyataan Trump menunjukkan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja apabila kesepakatan tidak tercapai.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News