BerandaPeristiwaViral! Oknum TNI Aniaya Driver Grab di Tangsel, Korban Ditodong Pistol dan...

Viral! Oknum TNI Aniaya Driver Grab di Tangsel, Korban Ditodong Pistol dan Sempat Diperas Rp900 Ribu, Polisi Berhasil Amankan Pelaku

Tangerang Selatan, (Mitra7.com). Polisi akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan seorang pria yang mengaku anggota TNI diduga menganiaya driver grab hingga todongkan pistol kearah korban. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/3/2026) di jalan Puspiptek, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.

Menurut Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya mengatakan bahwa oknum pelaku penganiayaan telah diamankan oleh Polisi Militer (POM).

“Pelakunya oknum TNI dan sudah ditangani POM,” ujar Dhady, Selasa (3/3/2026).

Selanjutnya dari laporan tersebut, pihaknya kemudian mengidentifikasi terduga pelaku dan menyerahkannya ke satuan terkait.

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban merupakan sopir Grab yang tanpa sengaja bersenggolan dengan kendaraan pelaku.

“Memang pada saat kejadian terjadi cekcok antara terduga pelaku dengan korban, di mana ada sedikit senggol-menyenggol antara kendaraan, kemudian terjadi perbuatan yang ada di video tersebut,” kata Dhady.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video kejadian diunggah oleh akun Instagram Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia). Dalam rekaman itu, terlihat dua pria terlibat adu mulut di pinggir jalan sebelum akhirnya dilerai warga sekitar.

Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, insiden bermula dari senggolan antara kendaraan korban dengan mobil yang dikendarai terduga pelaku bernomor polisi B 1320 SJE.

Korban mengaku menghentikan kendaraannya di belakang mobil pelaku untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun situasi justru memanas hingga terjadi cekcok hingga berujung penganiayaan.

“Mobilku bersenggolan dengan mobil yang ngaku aparat ini. Terus aku berhenti di belakang mobil itu. Dia keluar dan kami cekcok, tapi dia nggak terima,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut, Senin (2/3/2026).

Korban mengklaim pelaku sempat mencoba merusak kendaraannya sebelum akhirnya menodongkan pistol ke arah kepalanya. Ia juga mengaku mengalami tindakan kekerasan fisik.

“Abis itu dia langsung nodong pistol di kepalaku. Aku diborgol juga. Terus dia nonjok aku sampai hidung berdarah. Sikutku juga luka-luka karena dibanting. Sempat ku ajak ke kantor polisi buat selesaikan masalah, tapi dia nggak mau,” tulisnya.

Selain tindakan penganiayaan itu, pelaku disebut meminta uang sebesar Rp900 ribu sebagai syarat penyelesaian damai. Korban mengaku tidak mampu memenuhi permintaan tersebut karena kondisi ekonomi yang sedang sulit.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News