Jakarta, (Mitra7.com) – Enam anggota kepolisian menjalani pemeriksaan internal setelah video dugaan penggeledahan paksa terhadap seorang pengendara mobil di wilayah Jakarta Barat viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Daan Mogot, Cengkareng, pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat sebuah mobil dihentikan oleh tiga sepeda motor yang ditumpangi enam pria berpakaian gelap. Beberapa diantaranya tampak menutupi bagian wajah. Mobil tersebut disebut sedang dalam perjalanan menuju kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Pengemudi mengaku kebingungan saat dicegat secara tiba-tiba. Menurut narasi yang beredar dalam video, enam pria tersebut mengklaim sebagai anggota kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat dan menuduh pengemudi baru saja mengambil narkoba dari wilayah Cengkareng.
Situasi memanas ketika para pria meminta pengemudi membuka pintu mobil dan menepi untuk dilakukan pemeriksaan. Salah satu dari mereka bahkan terlihat masuk ke dalam kendaraan dan duduk di kursi belakang sambil mempertanyakan tujuan perjalanan pengemudi.
Merasa curiga terhadap tindakan tersebut, pengemudi disebut berusaha menghubungi rekannya yang bertugas di lingkungan kepolisian guna memastikan identitas para petugas. Namun, dalam video terdengar beberapa pria meminta agar panggilan telepon dihentikan dan meminta pengemudi tidak memperpanjang situasi.
Setelah beberapa saat, keenam pria tersebut akhirnya meninggalkan lokasi tanpa melakukan tindakan lanjutan. Video kejadian itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat.
Kapolsek Grogol Petamburan, Reza Aditya, membenarkan bahwa enam pria dalam video merupakan anggota kepolisian. Ia menjelaskan, tindakan penghentian kendaraan dilakukan berdasarkan laporan anonim terkait dugaan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada transaksi narkoba.
Menurutnya, anggota di lapangan berupaya melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dianggap sesuai dengan informasi yang diterima. Namun, situasi tidak berlanjut karena pengemudi dinilai tidak kooperatif dan memilih merekam kejadian tersebut.
Pihak kepolisian juga menyatakan kendaraan akhirnya dilepas setelah mempertimbangkan kondisi di dalam mobil, termasuk adanya anak di bawah umur.
Meski demikian, tindakan aparat dalam video menuai kritik dari warganet. Banyak yang menilai cara penghentian kendaraan dilakukan secara intimidatif, mulai dari nada bicara keras, desakan untuk membuka pintu, hingga keberadaan petugas di dalam mobil tanpa penjelasan yang cukup.
Menanggapi sorotan publik, pihak kepolisian menyebut tindakan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi risiko yang mungkin dihadapi petugas di lapangan, terutama dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.
Saat ini, keenam anggota tersebut tengah menjalani pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk mengevaluasi prosedur yang diterapkan saat kejadian berlangsung. Di sisi lain, kepolisian juga berupaya mengidentifikasi pengemudi yang merekam dan menyebarkan video guna membuka ruang mediasi serta klarifikasi lebih lanjut.(*)


