BerandaNasionalProgram MBG di Bengkulu Kembali Disorot, Pernyataan Pengelola Picu Polemik

Program MBG di Bengkulu Kembali Disorot, Pernyataan Pengelola Picu Polemik

Bengkulu, (Mitra7.cm). – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu kembali menjadi perhatian publik setelah kembali terulang muncul video viral yang menampilkan pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Wehelmi Ade Tarigan, memberikan tanggapan keras terhadap kritik netizen di media sosial.

Kontroversi ini bermula dari viralnya aksi joget di dapur MBG serta pernyataan terkait pendapatan hingga Rp6 juta per hari yang sebelumnya sempat membuat heboh dan viral di media sosial. Alih-alih meredakan situasi, respons Wehelmi dalam video tersebut justru memicu reaksi lanjutan dari publik.

Dalam pernyataannya, ia menilai sebagian kritik yang muncul dilandasi prasangka negatif dan kesalahpahaman terhadap tujuan program. Ia juga membantah anggapan bahwa program tersebut semata-mata merupakan ajang pembagian keuntungan, dengan menegaskan bahwa angka yang beredar bukanlah keuntungan bersih.

Menurutnya, dana tersebut digunakan untuk menutup berbagai biaya operasional, termasuk pengadaan bahan, distribusi, serta pembangunan fasilitas dapur yang membutuhkan investasi tidak sedikit.

Wehelmi juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG di tingkat lokal. Ia menyebut adanya peningkatan permintaan hasil pertanian dan peternakan, yang dinilai turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani sayur serta peternak ayam dan telur.

Namun, cara penyampaian pernyataan tersebut menuai kritik. Zainal Arifin dari LSM Garda Merah Putih mengingatkan bahwa program MBG menggunakan anggaran negara, sehingga pelaksana di lapangan dituntut untuk menjaga profesionalisme.

Ia menilai kritik dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai bentuk pengawasan publik yang perlu dijawab dengan transparansi dan data yang jelas, bukan melalui respons emosional. Selain itu, etika komunikasi dinilai penting agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Polemik ini mencerminkan bahwa selain manfaat program dari sisi gizi dan ekonomi, aspek transparansi, akuntabilitas, serta cara komunikasi pelaksana juga menjadi perhatian utama publik. Situasi ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan program pemerintah tidak hanya ditentukan oleh tujuan, tetapi juga oleh pelaksanaan dan interaksi dengan masyarakat.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News