BerandaInternasionalBlokade Berujung Antiklimaks, Dua Kapal Canggih AS Tak Berkutik di Hormuz

Blokade Berujung Antiklimaks, Dua Kapal Canggih AS Tak Berkutik di Hormuz

Mitra7.com – Upaya Amerika Serikat untuk menunjukkan kekuatan militernya di kawasan strategis Selat Hormuz berakhir tanpa hasil. Dua kapal perusak andalan Angkatan Laut AS, USS Michael Murphy dan USS Frank E. Petersen Jr., dilaporkan tidak berhasil melanjutkan misi setelah dihadang oleh militer Iran saat mencoba melintasi wilayah tersebut.

Informasi yang beredar dari sejumlah sumber militer menyebutkan bahwa kedua kapal tersebut menghadapi tekanan serius ketika memasuki perairan yang berada di bawah pengawasan Iran. Situasi tersebut membuat armada AS tidak dapat melanjutkan manuvernya di jalur yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia itu.

Kejadian ini turut memicu respons dari pihak Iran. Melalui akun resmi Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, pemerintah Iran menyindir langkah Amerika Serikat yang dinilai tidak realistis. Dalam unggahannya, mereka menyatakan bahwa Selat Hormuz bukanlah ruang digital yang bisa dengan mudah dikendalikan sepihak.

USS Michael Murphy sendiri merupakan kapal perusak kelas Arleigh Burke Flight IIA yang mulai beroperasi sejak 2012. Kapal ini dilengkapi berbagai sistem tempur canggih, termasuk peluncur vertikal yang mampu membawa puluhan rudal serta sistem pertahanan udara berteknologi tinggi. Dukungan dua helikopter MH-60R Seahawk juga menjadi bagian dari kekuatan tempurnya.

Sementara itu, USS Frank E. Petersen Jr. merupakan varian lebih baru yang mulai dioperasikan pada 2022. Kapal ini hadir dengan peningkatan teknologi, seperti kemampuan siluman yang lebih baik serta sistem radar dan peperangan elektronik yang lebih mutakhir.

Meski dibekali teknologi modern, kondisi geografis Selat Hormuz yang sempit dinilai menjadi tantangan tersendiri. Jalur pelayaran yang terbatas membuat kapal perang berukuran besar lebih mudah terdeteksi dan diawasi, terutama oleh kekuatan militer yang telah lama beroperasi di kawasan tersebut.

Peristiwa ini kembali menegaskan kompleksitas dinamika keamanan di Selat Hormuz, yang tidak hanya menjadi jalur vital energi global, tetapi juga titik sensitif dalam hubungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News