BerandaInternasionalMemasuki Hari Ke 5 Perang Melawan Iran, Pentagon Peringatkan Trump Stok Rudal...

Memasuki Hari Ke 5 Perang Melawan Iran, Pentagon Peringatkan Trump Stok Rudal Mulai Menipis

Washington – Baru memasuki hari kelima perang, Rabu (4/3/2026) usai AS-Israel melakukan agresi gabungan ke Teheran. Amerika Serikat disinyalir mulai mengalami krisis persediaan rudal penting, termasuk rudal serang darat Tomahawk dan rudal pencegat SM-3.

Berdasarkan laporan CNN, seorang pejabat senior AS membocorkan bahwa Washington memperkirakan serangan ke Iran akan meningkat dalam 24 jam ke depan. Namun disaat bersamaan pejabat itu juga mengatakan persediaan rudal dan pencegat AS semakin menipis.

Sementara dilansir The Midle East Monitor (MEMO), serangan gabungan AS dan Israel fase pertama ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu memang berhasil melemahkan pertahanan Iran.

Sedangkan untuk fase berikutnya diperkirakan akan mentargetkan fasilitas produksi rudal, pesawat tanpa awak, serta kemampuan angkatan laut Iran.

Ironisnya operasi militer AS ke Iran ini berlangsung kala Pentagon memang sudah menghadapi kekurangan rudal Patriot, karena sebagian besar persediaan telah digunakan untuk mendukung pertahanan udara Ukraina selama empat tahun peran dengan Rusia.

Selanjutnya berdasarkan bocoran pejabat AS ini mengindikasikan jika serangan terhadap Iran berlanjut lebih dari 100 hari, maka persediaan sejumlah rudal penting milik AS benar-benar mulai menipis.

Dikutip Al Jazeera, Pentagon juga telah memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa operasi militer ke Iran yang berkepanjangan akan membawa resiko serius, termasuk tingginya biaya untuk mengisi kembali stok amunisi Washington yang kian menipis.

Ditambah sejumlah analis kepada Al Jazeera menyebutkan beberapa jenis senjata stok AS mungkin telah menipis jauh sebelumnya itu, khususnya rudal pencegat (interceptor) yang krusial.

Andai jika perang dengan Iran terus berlanjut, maka kekurangan yang paling mungkin dialami AS adalah pada amunisi presisi berteknologi tinggi dan sistem pencegat seperti THAAD.

Sebab hal ini mencakup Joint Direct Attack Munitions (JDAM), yakni perangkat pemandu yang menggunakan Global Positioning System (GPS) untuk mengubah bom tanpa pemandu menjadi bom berpemandu presisi, sehingga menjadikan bom “biasa” sebagai bom “cerdas”.

Untuk satu baterai THAAD umumnya terdiri dari 95 personel, enam peluncur yang dipasang di truk, 48 rudal pencegat (masing-masing delapan per peluncur), satu sistem radar, serta komponen kendali tembakan dan komunikasi. Hingga pertengahan 2025, terdapat sembilan baterai THAAD aktif di seluruh dunia, menurut Lockheed Martin.

Dua ahli peneliti senior di lembaga pemikir AS Stimson Center, Christopher Preble, mengatakan kepada Al Jazeera, meski AS mampu menanggung biaya finansial perang berkat anggaran pertahanan bernilai triliunan dolar, kendala utama terletak pada persediaan rudal pencegat seperti Patriot dan SM-6.

Bahkan Preble memperingatkan bahwa AS tidak dapat mengandalkan intersepsi rudal selamanya dalam menangkis serangan balasan Iran dan milisi sekutunya.

Kemudian lanjut Preble, “Masuk akal untuk berspekulasi bahwa laju operasi saat ini, dalam hal jumlah intersepsi, tidak dapat berlanjut tanpa batas, dan mungkin tidak bisa bertahan lebih dari beberapa pekan,” ujarnya.

Sedangkan produksi pengganti juga tidak bisa dilakukan secara instan. “Rudal Patriot atau SM-6 adalah perangkat yang sangat kompleks,” tambahnya.

Namun, Trump tetap ngotot bahwa AS memiliki persediaan yang cukup untuk melanjutkan kampanye militer di Iran.

“Persediaan amunisi Amerika Serikat, pada tingkat menengah dan atas-menengah, tidak pernah lebih tinggi atau lebih baik, sebagaimana disampaikan kepada saya hari ini, kami memiliki pasokan senjata ini yang nyaris tak terbatas. Perang dapat berlangsung ‘selamanya’ dan sangat berhasil, hanya dengan menggunakan persediaan ini,” tulis Trump di platform Truth Social pada Selasa.

Meski Trump pada Senin mengatakan bahwa rencana perang terhadap Iran awalnya “diproyeksikan empat hingga lima pekan” namun bisa berlangsung lebih lama lagi dari yang diperkirakannya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News