Tel Aviv, (Mitra7.com). Wilayah selatan Israel diguncang serangan rudal pada Sabtu malam (21/3/2026), ketika dua rudal balistik yang dikaitkan dengan Iran dilaporkan berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam kawasan permukiman di Kota Arad dan Dimona.
Peristiwa tersebut menandai salah satu momen paling genting dalam keamanan nasional Israel dalam beberapa waktu terakhir. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut malam itu sebagai situasi yang sangat berat, mencerminkan kekhawatiran atas meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.
Serangan ini sekaligus memunculkan pertanyaan serius terhadap efektivitas sistem pertahanan udara Israel yang selama ini dikenal canggih. Meski upaya pencegatan sempat dilakukan, rudal tetap berhasil mencapai target dan menyebabkan kerusakan signifikan di area permukiman.
Di lapangan, dampak serangan terlihat jelas. Sejumlah bangunan mengalami kerusakan berat, terutama di bagian depan, sementara puing-puing material bangunan berserakan di sekitar lokasi. Ledakan juga meninggalkan lubang besar di titik jatuhnya rudal, menandakan daya hancur yang tinggi.
Petugas darurat melaporkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Kota Arad menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, sementara di Dimona puluhan warga juga dilaporkan terluka, termasuk seorang anak yang mengalami kondisi serius akibat pecahan ledakan.
Tim medis dari Magen David Adom dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke berbagai rumah sakit di tengah situasi yang sempat dipenuhi kepanikan. Proses penyelamatan berlangsung di bawah kondisi sulit, dengan beberapa bangunan masih mengeluarkan asap akibat kebakaran.
Pihak Iran secara terbuka menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan respons atas operasi militer Israel sebelumnya yang menargetkan fasilitas nuklir mereka di Natanz Nuclear Facility. Pernyataan ini semakin memperjelas keterkaitan langsung antara kedua negara dalam eskalasi konflik terbaru.
Selain itu, pemilihan Dimona sebagai salah satu titik serangan dinilai memiliki makna strategis. Kota tersebut selama ini dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir Israel yang sensitif, sehingga serangan ke wilayah itu dipandang sebagai sinyal kuat terkait jangkauan dan kemampuan militer Iran.
Hingga kini, situasi keamanan di kawasan masih berada dalam pengawasan ketat, sementara ketegangan antara kedua negara masih menunjukkan tanda-tanda belum mereda.(*)


