Tel Aviv, (Mitra7.com) – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, nyatakan Iran ancaman bagi dunia internasional setelah terjadinya serangkaian serangan rudal yang disebut mentargetkan kawasan sipil dan lokasi bernilai penting di Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu saat meninjau langsung lokasi terdampak serangan di Kota Arad, wilayah selatan Israel, pada Minggu (22/3/2026).
Dalam keterangannya, ia menuding Iran sengaja mengarahkan serangan ke area yang dihuni warga sipil dalam kurun waktu 48 jam terakhir.
Menurut Netanyahu, serangan tersebut menunjukkan niat untuk menimbulkan korban jiwa dalam skala besar. Ia menilai tidak adanya korban tewas sejauh ini lebih disebabkan oleh faktor keberuntungan, bukan karena serangan tersebut tidak berbahaya.
Ia juga menekankan bahwa kerusakan infrastruktur masih dapat diperbaiki, namun kehilangan nyawa tidak dapat tergantikan. Karena itu, Netanyahu mengimbau masyarakat Israel untuk mematuhi arahan keselamatan dari otoritas terkait, termasuk Komando Garda Depan.
Lebih lanjut, Netanyahu menjelaskan bahwa langkah militer yang diambil Israel difokuskan pada target strategis, termasuk kepemimpinan Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), serta infrastruktur penting lainnya, dan bukan ditujukan kepada warga sipil.
Dalam pernyataannya, ia juga menegaskan komitmen Israel untuk menghentikan program nuklir dan pengembangan rudal Iran. Netanyahu menyebut rezim di Teheran sebagai ancaman luas yang perlu dihentikan oleh komunitas internasional.
Ia menambahkan bahwa Israel tengah berkoordinasi dengan Amerika Serikat dalam menghadapi situasi tersebut, serta mengajak negara-negara lain untuk turut serta dalam upaya menekan Iran.(*)


