spot_img
BerandaPeristiwaInsiden Polisi Jadi Korban Keganasan Begal di Bekasi, Dilema Antara Menolong Atau...

Insiden Polisi Jadi Korban Keganasan Begal di Bekasi, Dilema Antara Menolong Atau Membiarkan Korban Kejahatan

Bekasi, (Mitra7.com). Sebuah aksi ganasnya pelaku begal brutal menimpa seorang anggota polisi berinisial Briptu AA di kawasan Cikarang Utara, Bekasi. Walau dalam kondisi bersimbah darah dan sempat terkapar di jalan raya, korban yang sudah berulangkali beteriak minta tolong kepada warga disekitar lokasi. Namun mirisnya warga hanya melihat dari kejauhan tanpa berani mendekat untuk memberikan pertolongan karena rasa takut yang teramat sangat.

Warga bukan tidak peduli, sebab rasa trauma akan resiko keamanan dan rumitnya hukum yang sering menjadi dilema saksi ditempat kejadian peristiwa, hal tersebutlah yang memicu rasa takut mereka. Kebanyakan warga takut nantinya berada diposisi yang serba salah, mereka berasumsi jika menolong korban kriminalitas bisa-bisa berujung penyerangan balik dari si pelaku, atau sebaliknya resiko terseret masalah hukum jika dianggap ikut campur urusan aparat.

Masih beruntung ada seorang pengendara motor yang berani menolong dan segera menghubungi petugas satlantas guna mengevakuasi korban begal tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Sehingga peristiwa yang begal menimpa Briptu AA ini jadi pemicu diskusi panas di jejaring media sosial tentang hilangnya rasa aman dan solidaritas sosial ditengah tingginya angka kriminalitas di jalanan. Sebagian besar para netizen berpendapat bahwa masyarakat kini lebih memilih untuk “aman sendiri” dari pada nantinya harus berurusan dengan birokrasi hukum yang melelahkan setelah menolong korban kriminalitas.

Dari kasus begal yang menimpa Briptu AA ini timbul fenomena yang menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap sistem perlindungan saksi dan jaminan keamanan bagi warga sipil yang ingin berbuat baik dalam situasi darurat.

Dengan timbulnya krisis kepercayaan ini menjadi tamparan keras bagi pihak berwajib untuk segera memulihkan rasa aman di masyarakat dan menindak tegas para pelaku begal yang semakin berani.

Berdasarkan insiden yang menimpa anggota polisi sendiri, ini jelas membuktikan bahwa siapapun bisa menjadi korban kekejaman di jalanan tanpa terkecuali. Kejadian ini membuktikan bahwa sinergitas antara aparat dan masyarakat sangat dibutuhkan, namun hal itu tidak akan terwujud selama warga masih merasa terancam dan merasa dihukum saat mencoba menjadi penolong bagi sesama.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News