spot_img
BerandaDaerahGeger! Teror Manusia Bertopeng Dengan Membawa Parang Terjadi di Agam

Geger! Teror Manusia Bertopeng Dengan Membawa Parang Terjadi di Agam

Agam (mitra7.com). Kemunculan sesosok manusia bertopeng dengan membawa sebilah parang telah membuat teror yang meresahkan dan menghantui warga Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam saat malam hari. Hal ini tentu saja selain memicu keresahan dan kecemasan wargan setempat juga menggegerkan dan viral di jagad maya.

Berdasarkan keterangan Yoka, Kepala Jorong Kayu Pasak Timur membenarkan hal itu. Menurut  kesaksian warga, sosok ini memiliki ciri-ciri yang sangat tidak lazim dan mengerikan:

  • Hanya mengenakan celana dalam.
  • Membawa senjata tajam jenis parang.
  • Wajah tertutup masker atau topeng.

Bahkan menurut laporan, sosok ini muncul secara tiba-tiba diberbagai tempat tak terduga mulai dari dahan pohon hingga ke jalan yang gelap.

Kronologi Teror: Dari Penampakan hingga Pengejaran.

Yoka mengatakan, bahwa gangguan kemunculan manusia bertopeng ini sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak Minggu (11/1/2026). Namun pada awalnya warga belum meresponnya secara serius. Namun situasi berubah jadi siaga ketika sosok itu kembali muncul pada rabu (14/1/2026) malam.

Kemudian lanjut Yoka, “Muncul pertama pada Minggu, kemudian pada Rabu lalu. Bahkan kali ini sosok pelaku tersebut sempat mengejar warga, tentu hal ini semakin membuat ketakutan warga makin memuncak,” ujarnya Jum’at (16/1/2026)

Namun herannya, sosok misterius ini lebih sering menampakkan dirinya di depan warga perempuan. Sedangkan warga laki-laki yang mencoba mengejar sosok ini biasanya hanya sempat melihat punggung atau sosoknya yang menghilang cepat di kegelapan.

Menanggapi adanya teror manusia bertopeng ini aparat gabungan yang terdiri dari polisi, brimob, perangkat jorong hingga masyarakat setempat melakukan patroli besar-besaran. Sekitar 100 orang dikerahkan guna menyisir area yang diduga menjadi tempat persembunyian sosok tersebut.

Walaupun telah dilakukan upaya patroli besar-besaran, namun pencarian belum membuahkan hasil.

Yoka menambahkan, “Kendalanya adalah kondisi medan yang gelap dan penerangan jalan yang sangat minim. Meski kami mencari dalam jumlah banyak, pelaku belum berhasil ditemukan,” tambahnya.

Guna mengurangi kecemasan dan ketakutan warga, kegiatan pos kamling diperketat. Akibat adanya teror dari manusia bertopeng ini sangat berdampak terhadap aktivitas sosial warga, banyak kaum perempuan yang kini enggan keluar rumah saat matahari mulai terbenam.

Hingga untuk antisipasi langkah selanjutnya, para perangkat nagari dan tokoh masyarakat rencananya akan menggelar rapat darurat pada Jum’at malam (6/1/2026). Sementara agenda utamanya adalah penyusunan strategi pencarian yang lebih efektif dan memperketat sistem keamanan lingkungan (Siskamling) agar teror ini segera berakhir dan ketenangan warga kembali pulih.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News