BerandaNasionalBGN Hentikan Sementara 1.256 Unit Layanan MBG Mulai 1 April 2026

BGN Hentikan Sementara 1.256 Unit Layanan MBG Mulai 1 April 2026

Jakarta, (Mitra7.com) – Jelang kuartal kedua tahun 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional 1.256 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 1 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi besar terhadap standar pelayanan gizi di berbagai daerah.

Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukannya ketidaksesuaian dalam kualitas makanan serta aspek administratif di sejumlah titik distribusi. BGN menegaskan bahwa kualitas nutrisi dan keamanan pangan bagi anak-anak sekolah menjadi prioritas utama yang tidak bisa dikompromikan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa keputusan ini bertujuan menjaga standar program tetap sesuai dengan ketentuan nasional. Ia menekankan bahwa perlindungan kesehatan generasi muda menjadi dasar utama kebijakan tersebut.

“Penangguhan ini dilakukan demi memastikan kualitas gizi dan keamanan makanan tetap terjaga. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap kesehatan anak-anak,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa unit SPPG yang terdampak wajib menjalani proses perbaikan dan evaluasi ulang sebelum diizinkan kembali beroperasi. Proses re-akreditasi akan segera dilaksanakan untuk memastikan seluruh layanan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

“Pihak pengelola SPPG yang terkena suspensi harus segera melakukan perbaikan sesuai catatan evaluasi kami sebelum diizinkan beroperasi kembali,” tegasnya tanpa mengubah substansi instruksi.

Sejumlah pengamat menilai kebijakan ini sebagai langkah korektif yang diperlukan, terutama dalam fase transisi dari program percontohan ke implementasi skala nasional. Tantangan distribusi dan konsistensi kualitas dinilai menjadi hambatan yang kerap muncul dalam program berskala besar seperti MBG.

BGN berharap proses evaluasi dan pembenahan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah dapat kembali berjalan optimal tanpa mengurangi kepercayaan publik terhadap program tersebut.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News