Pasaman Barat, (Mitra7.com). Sebanyak 3 orang warga dan 1 orang petugas BKSDA Pasaman Barat terluka akibat diserang beruang madu di Labuah Barulak, Nagari Sinuruik, Kabupaten Pasaman Barat dalam dua hari berturut-turut pada Sabtu-Minggu (14-15/2/202).
Terkait adanya peristiwa serangan dari beruang madu tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pasaman Barat berencana akan memasang perangkap untuk menangkap dan mengamankan beruang tersebut.
Menurut Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengatakan perangkap tersebut akan dipasang dilokasi larinya beruang yakni ke arah bukit di kawasan tersebut.
Edi Susilo mengatakan, “Kalau berhadapan dengan binatang buas, risikonya besar. Untuk itu kita lakukan pemasangan perangkap di lokasi larinya binatang buas,” ujarnya.
Adapun perangkap itu masih dalam perjalanan dari BKSDA wilayah Agam dan direncanakan akan dipasang pada malam harinya. Selain alat perangkap tersebut, dua personel tambahan dari Agam juga akan dikerahkan ke lokasi.
Untuk saat ini, tujuh orang petugas telah berjaga di lapangan, terdiri dari tiga petugas BKSDA, satu dokter hewan, satu COP, serta personel pendukung lainnya.
“Saat ini ada tujuh yang berjaga-jaga di lokasi, sembari menunggu tambahan personel dan kedatangan perangkat dari Lubuk Basung, Agam,” tambahnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, beruang madu menyerang tiga warga yang tengah panen padi di kawasan tersebut. Ketiganya adalah Aidil Putra (20), warga Barulak; Sabri (65), warga Talu; dan Maijasman (63), warga Barulak.
Kemudian berselang satu hari yakni pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, beruang kembali muncul dan menyerang seorang petugas BKSDA yang hendak melakukan pembiusan. Akibatnya petugas tersebut mengalami luka di kaki kiri dan harus mendapatkan lima jahitan.
Pasca kejadian tersebut, warga sempat melakukan pengejaran, namun pihak BKSDA menghimbau agar pengejaran dihentikan karena berisiko tinggi.
Sedangkan untuk seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RSUD Pasaman Barat dan Puskesmas Talu. Hingga kini, petugas bersama masyarakat masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.(*)


