Padang, (Mitra7.com). Proses pelaksanaan proyek pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru seksi Sicincin-Bukittinggi mulai memasuki tahapan momen yang sangat penting. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dalam rapat strategis di Kementerian PU mengungkapkan bahwa proyek dengan panjang 40 km ini nantinya akan dibagi menjadi dua segmen utama dengan nilai investasi yang sangat fantastis mencapai Rp.25,23 triliun.
Sementara itu tantangan medan yang cukup berat dikawasan ini dijawab dengan proses rencana pembangunan infrastruktur yang spektakuler, termasuk pembangunan terowongan panjang dan jembatan yang membentang di atas lembah.
Adapun titik awal proses perencanaan ini didorong oleh karakteristik geografi Sumatera Barat yang sangat kompleks. Rute perjalanan Sicincin menuju Bukittinggi yang selama ini dikenal sebagai jalur yang menantang dengan beberapa perbukitan terjal serta kawasan hutan lindung.
Selanjutnya kondisi medan yang sulit ini seringkali membuat pembangunan jalan konvensional terbatas secara geometri, hingga mengharuskan tim perencana mencari cara agar jalan tol tetap aman dan nyaman bagi pengguna meski harus membelah pegunungan yang rawan longsor.
Sehingga titik balik dari tantangan alam tersebut melahirkan inovasi berupa pembangunan dua terowongan raksasa dengan total panjang 5,85 km pada segmen Sicincin-Padang Panjang.
Untuk pembangunan terowongan utama yang direncanakan sepanjang 5,5 km akan menjadi salah satu yang terpanjang di Indonesia. Selain itu, untuk meminimalisir kerusakan lingkungan dan mengatasi kecuraman lahan, pembangunan akan menggunakan kombinasi jembatan sepanjang 10 km.
Sementara untuk saat ini, survei topografi telah rampung, dan tahap selanjutnya adalah penyelidikan tanah (boring investigation) yang dijadwalkan pada pertengahan Februari 2026, sembari menunggu izin pemanfaatan kawasan hutan lindung dari Kementerian Kehutanan.
Selain itu Mahyeldi juga menekankan bahwa dukungan masyarakat dalam pembebasan lahan akan menjadi kunci utama agar mega proyek ini bisa berjalan sesuai jadwal.
Diharapkan dengan adanya teknologi terowongan dan jembatan layang ini, jalur maut dan kemacetan selalu menjadi momok yang menghantui perjalanan Sicincin-Bukittinggi agar segera tergantikan oleh infrastruktur kelas dunia yang aman dan efisien.(*)


