spot_img
BerandaPeristiwa118 Siswa SMAN 2 Kudus Tumbang Usai Makan Menu MBG “Soto Maut”,...

118 Siswa SMAN 2 Kudus Tumbang Usai Makan Menu MBG “Soto Maut”, Vendor MBG Minta Maaf Ditengah Raungan Sirine

Kudus, (mitra7.com). Suasana kegiatan pembelajaran di SMA Negeri 2 Kudus berubah mencekam saat operasi penyelamatan massa ratusan siswa yang tumbang akibat memakan makanan “Makanan Bergizi Gratis” (MBG). Puluhan ambulance dengan raungan sirinenya yang mememakkan membelah kemacetan jalan kota Kretek tersebut.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengonfirmasi 118 siswa harus dilarikan ke tujuh rumah sakit berbeda, termasuk RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, dan RS Sarkies Aisyiyah.

Namun jumlah tersebut bisa saja bertambah, mengingat total jumlah siswa yang mengalami gejala mulai dari pusing, mual hingga diare hebat mencapai angka 600 siswa. Tidak tertutup kemungkinan sejumlah guru yang ikut memakan hidangan soto tersebut dilaporkan ikut menjadi korban.

Menu MBG “Soto Basi”.

Tragedi ini diduga kuat berasal dari menu MBG yang dibagikan sehari sebelumnya, Rabu (28/1). Paket makan siang berisi nasi, soto ayam suwir, tempe, dan touge yang seharusnya menjadi asupan gizi, justru berubah menjadi racun.

Menurut pengakuan korban salah seorang siswa yang kini sedang terbaring lemas dengan jarum infus ditangannya mengatakan, “Ayamnya asem, Mas. Baunya aneh, kayak sudah basi,” ujarnya.

Sontak saja pengakuan tersebut menjadi tamparan keras bagi penyedia layanan. SPPG Purwosari. Alhasil vendor yang bertanggung jawab atas ribuan porsi makanan di 13 sekolah di Kudus, akhirnya buka suara.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan seluruh korban.

Ambulans “Kepater” & Solidaritas Tanpa Batas

Sementara itu di lapangan SMA 2 Kudus, situasi sempat berubah chaotic. Dalam video amatir yang beredar memperlihatkan momen dramatis ketika salah satu unit ambulans yang hendak bermanuver justru terjebak (kepater) dalam lumpur lapangan yang becek.

Melihat hal itu, walaupun di tengah kepanikan teman-teman mereka yang pingsan dan muntah-muntah, puluhan siswa laki-laki spontan tanpa ragu menerjang lumpur. Seragam putih abu-abu mereka kotor terciprat tanah, bahu-membahu mendorong mobil medis tersebut agar roda kembali berputar. Sebuah potret solidaritas yang menyentuh di tengah krisis.

Usai menerima laporan tentang insiden tersebut, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, langsung turun ke lokasi dan menjenguk korban di RSUD, menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah melalui skema UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan. Sedangkan sampel makanan dan feses korban kini telah dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi.

Insiden di SMA Negeri 2 Kudus ini jadi saksi kegagalan standar keamanan pangan yang nyaris merenggut masa depan generasi muda. Program nasional yang digadang-gadang membawa gizi, hari ini justru membawa ambulans se kota Kudus turun ke jalan.(HA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News